Menjadi rendah hati

Tanpa terasa hari Natal segera tiba, ummat Kristiani merayakannya setiap tanggal 25 Desember.
Natal tahun ini tentu berbeda karena ditengah-tengah panasnya suhu politik di Indonesia, ummat Kristen sedang menghayati kelahiran Yesus Kristus yang penuh kasih.

Lahir di sebuah kandang domba berbalutkan kain lampin, dengan tempat makan domba sebagai alasnya, demikian sering digambarkan di dalam drama-drama natal.

Alkitab mencatat bahwa Yesus adalah putra Maria, yang melalui perantaraan Rohul Qudus dapat mengandung bayi Yesus.

Kerendahan hati Bunda Maria yang diuji oleh Allah sungguh menunjukkan betapa kita pun diharapkan mempunyai karakter rendah hati, menerima apa yang sudah ditetapkan Allah.

Kerendahan hati Yesus Kristus sebagai putra Allah yang rela masuk kedalam dunia orang mati untuk menebus dosa dunia. Mengalami kematian fisik untuk kemudian mengalahkannya. Mendatangi maut untuk kemudian merebutnya bagi kita.

Ya bagi kita dan bagi seluruh dunia

Injil Lukas mencatat:

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat. 

( Lukas 5:32 )

Tension Release Exercises ( TRE ) - bagian ke 2

Ini adalah tulisan kedua saya tentang TRE atau Tension Release Exercises.
Sebuah ilmu baru yang membuat saya sangat-sangat kepo dan skeptis.
Saya mengikuti seminarnya di Hotel Ibis Style Yogyakarta pada bulan Juli 2018.
Keesokan harinya saya langsung ikut Workshopnya yang dipandu langsung oleh Bp. Gobind Vashdev


Dalam tulisan-tulisan di Instagramnya ada banyak manfaat TRE, antaranya merelease emosi-emosi kita tanpa perlu kita melakukan konsultasi atau sharing.



Sungguh sebuah ilmu baru yang sangat cocok untuk mereka yang sibuk, sehingga apa yang dilakukan cukup dengan menjalankan "senam TRE" ( shaking ) secara mandiri maka emosi-emosi negatif terlepas.



Saat mengikuti workshopnya, kami para peserta diminta mengisi formulir yang intinya menanyakan apa yang diharapkan dari Anda mengikuti workshop ini?



Workshop diawali dengan games ringan untuk mengakrabkan kita, serta perkenalan antar sesama peserta workshop.



Lalu dilanjutkan dengan senam pendahuluan TRE yang wajib dilakukan oleh semua peserta.  Gerakan gerakan senamnya mirip dengan Yoga.  Sederhana namun sungguh sebuah stretching yang efektif.



Setelah kami semua selesai mengikuti senam pendahuluan. Maka kami diminta untuk terlentang dan shaking.

Apa yang terjadi, paha dan kaki saya bergetar hebat, namun saya tetap sadar tidak trance. Semua wajar saja karena menggunakan kecerdasan tubuh kita.


Kami peserta melakukan shaking sebanyak tiga kali, masing masing shaking dilakukan selama 15 menit.



Sungguh sebuah pengalaman yang mengesankan. Karena ada beberapa peserta yang trauma-trauma masa lalu nya yang berupa trauma kejiwaan dapat terungkap. Mereka menangis tersedu sedu/ sesenggukan.  Karena secara tidak langsung, shaking ini juga membongkar semua trauma non fisik yang pernah kita alami.



Setelah selesai shaking maka kami semua berkumpul dan membagikan pengalaman kami mengalami shaking. Ada yang belum berasa apa-a[a, ada yang nafasnya jadi lega, ada yang teringat suatu peristiwa di masa lalu yang sebenarnya dia sudah melupakannya.



Saya pribadi merasakan bahwa ketika bersila kaki saya sudah tidak lagi kesemutan, dan telapak kaki kanan yang sakit ketika menapak kini sudah sembuh langsung setelah mengikuti shaking.



Tetapi saya masih skeptis, benarkah saya sembuh atau hanya sugesti belaka. Maka saya menunggu selama beberapa hari dan ternyata rasa sakitnya lenyap dan tidak kambuh lagi.



Dan setelah bergabung dalam group alumni TRE, kami mendapatkan pencerahan pencerahan baru karena teman-teman berserita tentang pengalamannya mengikuti TRE.



Saya terus melakukan Shaking TRE dua hari sekali, masing masing 15 menit.  Gerakannya pun bisa berubah ubah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kita nggak bisa mereka-reka gerakan shakingnya, sebab tubuh lebih tahu manakah bagian nya yang butuh digetarkan.



Getaran masing-masing orang juga tidak bisa sama, ada yang sampai bergulung-gulung kesana kemari, ada yang menghentak-hentak mengangkat punggungnya, ada yang slow slow saja.  Masing masing sesuai dengan kebutuhannya.



Dan manfaat lain yang saya rasakan adalah dalam hal tingkat emosional yang lebih terkendali dan kebranian mengambil inisiatif dalam berbagai hal lebih meningkat.



Setiap bulan kami mengadakan gathering di Hotel untuk melakukan shaking bersama dan sharing, serta diisi materi materi kesehatan dari Bp. Gobind Vashdev pelatih kami.



Sangat menarik dan bermanfaat.  Siapapun Anda pasti memerlukan TRE ini, jangan tunggu lama-lama, jika Anda berminat bisa cek ke Instagram TRE Indonesia dan pantau di kota mana Seminar dan Workshop TRE akan diadakan.



Mari segera bergabung !

Kinemaster

Belajar bikin video dengan smartphone sungguh mengasyikkan.
Ada banyak hal bisa dilakukan disana
Bisa bikin iklan mini, bikin undangan, bikin wawancara dan sebagainya.

Saya belajar memakai aplikasi gratis yang bagus menurut saya, namanya Kinemaster.
Bisa dipakai di Android dan iOs
Saya sendiri mencobanya di Android

Bisa kasih title, efek, dubbing, musik latar belakang, memotong, menyensor, menambah teks, menyambung adegan, dan banyak lagi.

Sungguh sebuah kesempatan yang baik jika saat itu dalam waktu 5 jam bersama pak Didien dari OMP bisa memahami dengan komperhensip dan cepat.
Terutama fungsi-fungsi pokok aplikasi itu.
Yang lainnya bisa dipelajari sambil jalan.

Thanks Digital Marketing Club
Thanks juga Kampoeng Kopi Sambisari, makan dan suasana gerimisnya oke bingit.

Anda tertarik ?
 ikuti Instagram pak Didien di "ompworkshop"

Artis kawin cerai

Agak sulit menghapus stempel kawin-cerai dari public figure yang namanya Artis

Belakangan pasangan yang ideal tak banyak digosipkan pun juga mengalami badai perceraian. Sementara anaknya juga masih kecil untuk menerima kenyataan orang tuanya berpisah.

TUHAN menciptakan berpasang-pasangan
tetapi manusia lebih suka melepas pasangan.

Kadang mereka larut dalam konfliknya sendiri.
Orang tua takut dikira banyak ikut campur.
Teman juga takut dikira ikut mengatur.

Namun bilamana seorang punya komunitas.
Misal pasutri punya kawan dekat yang seiman dan dapat dipercaya, bertanggung jawab. 
Sebuah tempat dimana mereka bisa mencurahkan problem hidup, tanpa harus saling menghakimi.
Berbagi hidup tanpa saling menggurui.

Betapa indahnya jika solusi bisa sama dicari.
Perpisahan bisa dicegah.
Karena solusi teratasi sebelum mereka meledak menjadi prahara.

Pentingnya komunitas pasangan muda yang diikat dalam lingkaran kepercayaan berdasar iman/agama yang sama.
Supaya mereka punya solusi yang sama dalam menyelesaikan nya menurut aturan agama-nya

Adanya pembimbing senior, alim ulama juga banyak membantu pasangan-pasangan muda melihat problema dengan jernih.

Jika kita mempersalahkan mereka yang bercerai, pertanyaannya adalah :"Apa peran  kita yang sudah dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya perpisahan?"