Buku : Belajar dari LIFE by DESIGN


Buku terbitan PT Gramedia Pustaka Utama ini ditulis berdasarkan Pidato Steve Jobs di hadapan mahasiswa  Stanford University angkatan ke-114 tanggal 12 Juni 2005. Tetapi pidato sambutan tersebut sangat terkenal sehingga saat ini sebab berisi pokok pokok pikiran Jobs yang indah.  Pokok pokok pikiran yang memberi pencerahan kepada kita tentang Kehidupan, cinta dan kematian.
Di buku tersebut diceritakan sejarah singkat tentang bagaimana kehidupan Jobs semenjak masih kecil sampai kematiannya. Momen momen berharganya dituliskan menjadi paparan ayng indah melengkapi pokok-pokok pikiran dalam rangkaian Pidato Sambutannya.

Mari kita lihat isi bukunya supaya pembaca mempunyai gambaran kasar:

Daftar isi
Ucapan terima kasih
Pengantar
Tiga cerita Steve Jobs
Catatan bagi Pembaca

CERITA PERTAMA Menghubungkan Titik-titik
Cita - cita setinggi langit
Raihlah hati
Olah Rasa Ingin Tahumu
Berpikirlaj Seperti Seniman
Berpikirlah Besar, tapi Mulailah Kecil
Percayalah Proses Kehidupan

CERITA KEDUA Cinta dan Kehilangan
Temukan Apa yang Kamu Cintai
Bekerja Keraslah
Carilah Visi Bersama
Dapatkan Kembali Fokus
Memulai Lagi
Tetaplah Yakin
Jangan Kehilangan Muka
Sediakan Waktu untuk Cinta
Ciptakan Produk Hebat
Jangan Jadi Mapan
Beri Waktu untuk Anak-anak

CERITA KETIGA Kematian
Memento Mori
Jalani Hidup, Terima Kematian
Hadapilah Kenyataan Situasi
Rangkul Idealisme
Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh
Satu Lagi .. Melepas Pergi
Menghubungkan Titik-titik dalam Kehidupan Steve Jobs
Buku-bukuMengenai Steve Jobs dan Apple

Bagaimana pembaca? Apakah Anda tertarik
Saya yakin Anda akan sangat termotivasi setelah membaca keseluruhan buku ini.  Sungguh sangat menggembirakan bisa membaca pokok pikiran orang besar seperti Jobs


Renungan 5 Juni 2018

dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya. Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus, kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar.

( Kitab Nabi Yesaya 8: 12b - 13 )

Bahkan seorang Nabi sekelas Yesaya pun tetap memiliki ketakutan, namun didalam persembunyiannya TUHAN menguatkan dengan Firman-Nya. Tuhan juga meneguhkan kita saat ini didalam kondisi politik yang panas, kiranya Firman Tuhan ini menjadi pedoman bagi kita.
Bahwa hidup kita harus dipusatkan kepada Dia yang telah memberi keselamatan.

Lupa hari

rangkaian hari
Seringkali saya lupa dengan tanggal, misalnya saya sedang bertransaksi di sebuah bank. Setiap mengisi formulir di bank maka selalu diminta untuk menuliskan tanggal transaksinya dan kadang-kadang saya lupa dan harus melihat di kalender meja bank tersebut. Entah mengapa hal ini berbeda dengan saat kita sedang sekolah atau kuliah. Seolah kita begitu hapal dengan hari dan tanggal, kapan harus mengembalikan buku ke perpustakaan, kapan harus KRS, kapan harus mengecek kiriman uang dari ortu.  Hari-hari sangat sangat menarik dan bervariasi, seringkali anak-anak menghitung mundur hari sekolahnya sampai kepada hari libur atau rangkaian hari libur yang mungkin hanya 2 hari saja. Namun mereka merasa bahwa hari harinya begitu berwarna dan begitu panjang.
Setelah memasuki dunia kerja, dunia berkeluarga maka nama nama hari dan tanggal seolah olah luntur semua. Dalam ingatan yang ada hanya 2 jenis hari saja yaitu hari bekerja dan hari libur. Tak peduli apakah itu Senin , Rabu atau Sabtu maka saya akan melihat itu hari yang sama, pekerjaan yang sama, kegiatan yang sama, masalah yang kurang lebih sama. Sedangkan Minggu memperoleh penghargaan tersendiri karena selalu diingat liburnya. Betapa hari sabtu atau jumat menjadi hari yang ditunggu untuk segera dilewatkan karena akan menuju Minggu.
Dan tanpa dihitung pun kita sudah berada hampir di penghujung Bulan januari 2018. Rasa rasanya 1 januari baru saja kita rayakan, hingar bingar malam tutup Tahun 2017 masih terngiang jelas ditelinga, terangnya sinar dari kembang api dan petasan yang membakar langit masih jelas terekam dipelupuk mata. Kini tinggal sedikit hari lagi sudah harus kita tinggalkan untuk memasuki Bulan ke 2 di tahun 2018.
Lalu kita teringat dengan resolusi-resolusi yang sudah kita buat di awal tahun. Benarkah sampai saat ini sudah mulai kita kerjakan meski sedikit. Pepatah Cina mengatakan seribu langkah selalu dimulai dari langkah pertama.

Selamat malam dan selamat merenung.

Herbal untuk mengatasi darah kental


Suatu pagi ketika saya pergi ke Bank BCA Sudirman Yogyakarta, saya melihat sebuah produk kesehatan sedang ditawarkan di sebuah booth.  Tidak seperti biasanya sebuah Bank mengijinkan seseorang menjual produknya.  Saya pun tertarik untuk sekedar melihat x-bannernya, ternyata menjual semacam the yang bias mengatasi penyakit atau gejala kekentalan darah.  Mengingat saya mempunyai kecenderungan kolesterol tinggi, maka saya memberanikan bertanya mengenai produk tersebut.
Ternyata saya justru ditawari untuk melakukan pemeriksaan darah gratis untuk melihat perbandingan antara sebelum mengkosumsi teh itu dan setelahnya.  Karena terdorong rasa ingin tahu yang besar maka saya menyerahkan setetes darah saya untuk diperiksa dibawah mikroskop yang tersedia.  Hasilnya membuat saya kaget karena menurut si penjual bahwa darah saya kental serius. Beliau menunjukkan contoh hasil foto mikroskop dara kental yang lain. Butiran butiran darah seolah tidak mau bergerak dan lengket antara satu dengan yang lainnya.  Lalu setelah itu saya diberi minum Teh tersebut, sekitar 30 menit diperiksalah darah saya. Sungguh hasil yang mengejutkan karena dengan proses secepat itu butiran butiran darah saya sudah tidak lengket kembali dan bergerak bebas kesana kemari. Ini sungguh sebuah hasil yang sangat mengejutkan saya. Surprised.  Rasa yang saya dapatkan adalah kehangatan yang menjalar dari leher ke kepala secara perlahan lahan. Sepertinya ada kelancaran peredaran darah yang sedang diperbaiki. Jadilah saya membeli produk tersebut dan mengkonsumsinya secara teratur selama seminggu berturut turut sesuai dengan ketentuan. Dan sungguh yang saya rasakan adalah tubuh yang lebih segar dan tidak mudah Lelah dan ngantuk.  Suatu saat saya bertemu lagi dengan sang penjual yang sedang ber demo di bank dengan lokasi lain dan saya di tes lagi darahnya, ternyata darah saya tetap encer setelah sekian lamanya.  Saya kemudian selanjutnya mengkonsumsinya seminggu dua kali setiap Senin dan Kamis saja.
Cara meraciknya pun sangat mudah sebab dalam bentuk serbuk halus. Tuangkan kedalam cangkir lalu seduh dengan air panas dan diamkan sejenak sampai ampas mengendap lalu minumlah airnya saja setelah makan. Sisa ampas bias diseduh lagi satu kali untuk kembali diminum di malam hari.
Nama produk tersebut adalah :  Gouzi Cha

Dan saya pun menjualnya untuk menolong teman teman yang memiliki keluhan yang sama. Ternyata ada banyak keluhan bisa diatasi dengan teh Herbal ini. Silakan Whatsapp saya jika memerlukan produk ini 087838954800
( image source : Fansindo official site )