Tips menulis renungan online

Masa pandemi covid19 membuat kita sebagai umat Tuhan banyak merenung apa sebenarnya maksud Tuhan dengan adanya pandemi ini?  Tentu setiap hari kita memerlukan dukungan dari Tuhan agar tetap dapat bertahan di kehidupan yang semkin sulit ini.  Ada orang yang membuat renungan singkat dengan menggunakan tulisan kemudian membagikannya lewat media sosial seperti whatsapp dan sebagainya.  Sebagian lagi membuat renungan audio dengan cara merekam suaranya lalu membagikannya lewat whatsapp dan sebagainya.  Tetapi adapula yang menggabungkan antara suara dan gambar lalu menguploadnya ke Youtube, ini tentu akan memberkati lebih banyak orang lagi.  Namun tidak setiap orang mampu membuat tulisan yang runut dengan logika yang baik sehingga tercapai tujuan pembuatan renungan tersebut.

Kali ini saya ingin mengupas atau memberikan tips bagaimana membuat renungan online yang menjadi berkat bagi kita semua.  Tentu yang saya bagikan saat ini adalah aspek penulisannya, bukan aspek tekniknya. Semoga di lain kesempatan saya bisa bagikan aspek teknisnya. He he he…

Oh ya izinkan saat ini saya memakai satu renungan yang disampaikan oleh Pendeta Tabita Kartika Christiani yang akan menjadi contoh bagi tulisan saya ini. Sekali lagi ini adalah sebuah contoh yang baik untuk kita belajar bersama-sama.

Mari sebelum dilanjutkan, kita lihat bersama-sama tayangan di Youtube ini:


Setelah menyaksikan tayangan tersebut maka kita dapat melihat beberapa bagian penting yang ada di dalam renungan singkat tersebut:

  • Topik : Menjadi sahabat Yesus.
  • Pandangan umum tentang topik tersebut : bagaimana arti/definisi orang secara umum tentang persahabatan.
  • Pandangan Kitab Suci/Yesus tentang topik tersebut: mengambil contoh dari ayat di Alkitab tentang sahabat.
  • Ulasan firman Tuhan secara singkat: menguraikan secara singkat dan lugas ayat tersebut.
  • Contoh dalam kehidupan saat ini: memberi contoh di dalam kehidupan kita sehari-hari
  • Ajakan kepada pendengar/komitmen yang diambil : apa yang Yesus harapkan dapat kita lakukan di masa kini

Urut urutan tersebut dapat teman-teman terapkan untuk berbagai tema /topik yang muncul di benak teman teman.  Tetapi tentu kita memerlukan bantuan buku lain semacam konkordansi agar mempermudah kita menemukan ayat yang mendukung tema tersebut. Tetapi sekarang lebih mudah karena sudah tersedia aplikasi SABDA untuk smartphone kita sehingga kemampuan kita menulis menjadi semakin baik berkat dukungan SABDA.  Dan tulisan atau kesaksian kita juga semakin menjadi berkat bagi orang lain.

Semoga tips ini berguna bagi pembaca semua. Amin




Pandemi Covid membuat kita kreatif

Dengan adanya penyebaran virus corona di Indoneisa, maka pemerintah menganjurkan kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Pola tersebut adalah serangkaian tindakan yang harus dilakukan untuk memutuskan mata rantai Virus Corona tersebut.
  • ·     Yang pertama adalah menjaga jarak antara seorang dengan yang lain, sebab  penularan virus terjadi melalui droplet penderita. Maka dengan mengatur jarak tertentu diharapkan droplet/ air ludah tidak tersebar menuju kepada mulut, mata, hidung yang berhubungan langsung dengan paru paru sebagai lokasi berbiaknya Virus Corona.
  • ·     Memakai masker, pada mulanya yang memakai masker adalah para penderita Covid 19 tetapi selanjutnya berkembang sebuah aturan baru yaitu bahwa semua orang diwajibkan memakai masker. Ini tentu untuk mengantisipasi mereka yang Orang Tanpa Gejala, mereka para carrier ini bisa tidak menampakkan gejala fisik apapun namun membawa serta Virus kemana-mana dan siap ditularkan.
  • ·     Cuci tangan memakai sabun dan air mengalir, ini sederhana namun sangat ampuh dalam mematikan Virus. Sebab lemak di virus akan hancur dengan pemakaian detergen. Bukan tidak mungkin kebiasaan cuci tangan ini juga menghindarkan kita dari banyak penyakit.
Dengan adanya anjuran tersebut maka segala macam acara yang berpotensi mendatangkan orang banyak akan dilarang penyelenggaraannya. Termasuk dalam hal ini adalah Kebaktian di gereja-gereja. Tentu gereja-gereja melakukan Live Streaming dengan menggunakan bantuan Youtube.  Jadi untuk hal ini ada dua macam, yang bener bener Live streaming real time. Artinya di gereja yang bersangkutan tetap berlangsung ibadah, hanya tanpa pengunjung/umat yang berbakti.    Kemudian jenis satunya adalah menyiarkan rekaman hasil kebaktian. Jadi para pendukung kebaktian sudah merekamnya terlebih dahulu, baru kemudian pada saat hari Minggu diputarkan tepat seperti jam kebaktian biasa.

       Adanya kebaktian dengan Live Streaming ini tentu membawa pro dan kontra dalam menjalankannya.  Ada yang tidak setuju karena persekutuan itu bermakna pertemuan secara fisik.  Ada yang setuju karena konsep bersekutu dengan Allah adalah di dalam roh dan kebenaran, jadi tidak terikat secara fisik harus hadir di gedung gereja. Tentu dengan catatan hal ini bisa dilakukan didalam kondisi tertentu seperti saat adanya wabah yang menular.

       Selain kebaktian yang disiarkan secara Live Streaming maka ada acara acara lain semacam persekutuan doa, pemahaman Alkitab juga dilakukan dengan memanfaatkan media media digital. Misalnya saja di GKI Ngupasan membagikan perenungan berupa Sapaan Pendeta setiap pagi, hal ini bertujuan sebagai bentuk sapaan Tuhan kepada umatNya melalui Sabda singkat yang diberikan oleh para pendeta.  Sapaan Pendeta ini diharapkan memberikan kekuatan bagi umat yang sedang stay at home, tentu mereka sangat merasa dikuatkan saat pandemi ini mendapat peneguhan peneguhan dari gembalanya.

       Berikut saya sertakan contoh tampilan Youtube yang dipergunakan GKI Ngupasan untuk meyapa baik umat secara umum maupun anak anak sekolah minggu.

Paulus pelayan yang ditunjuk oleh Allah



Kadang-kadang saya merasa heran dengan Perjanjian baru, betapa isinya didominasi oleh Surat yang ditulis oleh Rasul Paulus. Sehebat apakah dia sebenarnya? Dan saya sungguh mencari kebenaran akan Paulus ini, apakah sebenarnya Allah sendiri yang merencanakan dia untuk menjadi pelayanNya?

Akhirnya saya menemukan setidaknya 2 ayat yang sangat menolong saya, ayat ini menunjukan sesungguhnya memang Allah merencanakan Paulus untuk menjadi pelayan Tuhan.
Adapun ayat itu adalah terdapat di Kisah Para Rasul 9:15 dan Kisah Para Rasul 13:2

KPR 9: 15 Tetapi firman Tuhan kepadanya:”Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel

KPR 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus:”Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka”

Inilah kedua ayat tersebut, semoga memberi peneguhan kepada teman-teman yang juga mempunyai pertanyaan seperti saya. Atau bila mungkin ada ayat lainnya silakan berkomentar di bawah.

Terima kasih

The Godfather of Brokenheart alias Didi Kempot


Didi kempot

Saya sudah lama mengenal nama Didi Kempot namun baru belakangan ini saya menyimak lagu lagunya, terutama setelah berkolaborasi dengan Ring of Firenya alm. Djaduk. Ternyata lagu lagunya enak juga saat disajikan dalam format Jazz.  Terakhir saya melihat lewat Youtube saat melantunkan tembang Angin Malioboro yang juga ditampilkan dalam Versi KUA Etnika nya alm. Djaduk saat Ngayogjazz beberapa saat yang lalu. Didi ini memang berdarah seni dari ayahnya Ranto Edi Gudel pemain ketoprak yang sudah kondang kaonang di Solo Raya.
Melihat sepak terjangnya di dunia perngamenan tentu kalau hanya menyanyi di atas panggung baginya bukan sebuah hambatan. Yang lebih keras dari panggung pun sudah pernah ia santap. Bagaimana kerasnya jalanan ibu Kota sudah menjadi sarapannya setiap hari tatkala masih ebrjuang di Trotoar.

Lagu-lagu Didi kempot ini suitable dengan market di pulau Jawa, meskipun saya yakin banyak orang di luar Jawapun mencintai lagunya. Iramanya sungguh enak di dengar, kata-katanya sederhana merupakan cerminan peristiwa kehidupan sehari-hari. Sungguh luar biasa bahwa yang sederhana itu dmaknai dengan luar biasa dengan menyemat gelar The Godfather of Broken Heart sesuai dengan tema-tema lagunya yang melow dan berkutat soal patah hati. Patah hati yang pasti menjadi konsumsi wajib bagi anak-anak muda, tak mengenal jaman apapun. Zaman saya masih muda sampai zaman milenial yang namanya patah hati selalu saja ada. Tema inilah yang dipilih kemudian diterjemahkan dalam lirik lirik yang menawan.

Penggemarnya bervariasi antara wanita dan pria, pun juga bervariasi dari segi usia. Yang nantinya bakal menjadi fans setia adalah generasi X dan diatasnya. Zaman bapak-bapak saya irama campursari juga sudah digemari. Sampai sekarang bahasa Jawa pun tetap dipertahankan sebagai bahasa lagunya Didi Kempot.
Sukses selalu, terus berkarya sambil menggerus hati anak-anak muda dengan broken heartnya

lagu-lagu topnya : Cidro, Angin Malioboro, Pamer Bojo, Banyu Langit, Layang kangen