Jauh

Semakin aku jauh dari Sang Sumber, 
aku merasa diri ini penuh, 
digdaya dan mampu mengatasi apapun yang kuhadapi. 
Tetapi aku tak pernah menyadari bahwa penuhku itu ada batasnya. 
Secangkir ketika habis, 
aku tak memilikinya lagi.
.
Semakin aku dekat dengan Sang Sumber,

justru aku merasa kosong.
Ada hasrat untuk memenuhi cangkir-cangkirku 
dengan curahan Kasih dari Sang Pemilik Hidup. 
Memenuhi cangkir-cangkir kecil hidupku. 
Aku siap menghadapi dengan kedigdayaanNya, 
dengan kekuatanNya, 
cangkirku tak akan kosong lagi,
namun dengan isi yang selalu baru. 
Memenuhiku setiap hari

Kita sendiri

Sejatinya setiap kita lahir sendiri karena kita pun akan kembali dengan sendirian. 
.
Dunia memperkenalkan kepada kita tentang kebersamaan, 
tentang kasih sayang, 
tentang perhatian, 
tentang petunjuk Tuhan.
.
Ikatan-ikatan pada dunia mulai kita bentuk. Paduan indah merasuk jiwa terasa membuai tatkala kita mulai enggan bergerak menuju maksud maksud Mulia Sang Pencipta.
.
Harta benda, dan nikmat sementara duniawi terasa pekat bak kopi kental tanpa gula. 
Semakin mencandu membuai.  
Dan kita lupa maksud maksud Sang Pencipta.
.
Hingga senja tatkala lembayung semburat di barat. 
Kita masih memeluk erat. 
Lamunan nikmat semakin berat. 
.
Namun kitapun rindu Sapa mesra Sang Pemilik Jagad yang berkata :"Hai hambaku nan Setiawan marilah bersamaKu dalam rangkaian kebahagiaan.."

-pecinta senja

Benarkah kita umat beragama ?


Bagi saya pribadi agama adalah sebuah alat/tool yang menghantar manusia kepada pertemuan dengan Tuhan sang pencipta langit dan bumi. Ketika kita tidak bertemu dengan Tuhan dalam agama yang kita anut, maka seringkali kita meninggalkan agama tersebut dengan alasan: kami tidak menemukan kedamaian disana, hidup kami tidak mendapatkan ketenangan.  Hal tersebut bukan terjadi sebagai akibat tidak adanya Tuhan. Ketika kita tidak bertemu dengan Tuhan, bisa saja kita yang sedang “buta” sehingga tidak melihat dan merasakan keberadaanNya. 

Agama meski berkorelasi secara horisontal dengan sesama manusia, namun ia harus dan pasti berkorelasi erat dengan Allah. Ketika berkorelasi dengan Allah maka tatarannya bukan sekedar lokasi di muka bumi tetapi tentu dengan “suatu tempat” yang dinamakan kekekalan.  Agama harus berkeorelasi dengan keselamatan umat manusia setelah ia menghabiskan usianya di muka bumi ini. Dan yang lebih pasti adalah bagaimana “nasib” manusia setelah meninggal, tepatnya bagaimana “nasib” roh manusia di alam kekekalan. Apakah pasti selamat dan nyaman jika sudah beragama dengan “baik”

Oleh karena itu ketika orang beragama hanya memaknai agama sebatas : KETENANGAN, KENYAMANAN, KEAMANAN, BERKAT, SEJAHTERA dan kawan-kawannya maka ketika hal-hal tersebut di atas “menghilang” kita bisa saja mempertanyakan Tuhan.  Sebab Tuhan kita identifikasikan sebagai ketenangan, kenyamanan, berkat, kesejahteraan dan sebagainya.

Yang jelas Agama bukanlah Allah, itu pasti. Bahkan Allah bisa mengatur manusia tanpa harus melalui Agama, jka memang diperlukan. Tetapi manusia kini menjadikan seolah-olah agama adalah Tuhannya, segala sesuatu demi agama. Padahal Allahlah yang seharusnya ditemui setelah mengenal agama. Ibarat saklar lampu listrik maka tanpa listrik itu sendiri si lampu tidak bakal menyala. Tetapi tanpa saklar, listrik bisa saja langsung menyalakan lampu, begitulah analogi sederhananya.

Allahlah yang seharusnya menguasai penuh diri kita yang mengaku sebagai orang beragama. Tentu penguasaan Allah ini terjadi melalui FirmanNya yang sudah dituliskan kedalam kitab suci masing-masing. Tetapi boro boro memahami, membaca Kitab Suci pun belum tentu dilakukan oleh pemeluk agama. Membaca , memahami, menularkan kepada orang lain. Bukan sekedar menghapal tanpa mengetahui maknanya, kalau Cuma hapal tetapi tanpa dilakukan ya sama saja tidak akan mengubah karakter hidup kita apalagi kok menyelamatkan kita. Agama dipahami bukan sekedar dihapalkan, karena agama tidak ditujukan menghasilkan generasi yang hanya hapal tetapi tidak pernah menunaikan FirmanNya.

Mari beragama dengan benar sesuai tujuan diciptakannya agama buat umat manusia, menjadikannya semakin memahami Allah, semakin mengerti kehendakNya, semakin mencintai Dia, dan akhirnya semakin mempunyai relasi yang baik dengan Allah pun juga dengan sesama manusia.

Foto ilustrasi dari Google


Pemilu damai sebuah kebutuhan bagi rakyat


Beberapa kali mengikuti pemilihan Umum Presiden baru pemilihan umum tahun 2019 ini yang prosesnya semenjak dari kampanye sampai pengumuman hasil oleh KPU tidak saya rasakan sebagai sebuah pesta. Tetapi lebih merupakan caci maki, penebaran hoax dan penebaran kebencian.  Sesungguhnya ini merupakan sebuah pendidikan yang buruk bagi anak anak muda terutama para remaja.
Hanya kawatir saja para remaja ini akan memiliki pola persaingan yang tidak sehat, sebab melihat pola-pola yang sudah dilakukan dalam proses dilaksanakannya pemilu Presiden dan Legislatif.
Tentu semua ini bukan sebuah kejadian yang tidak disengaja, tetapi pasti disengaja. Sebab seharusnya prestasi dilawan dengan prestasi bukan dengan caci maki apa lagi dengan hoax. Sungguh mengecewakan proses yang berlangsung secara terus menerus tersebut begitu gamblang dilihat anak-anak remaja. Mungkin mereka tidak melihat semua proses secara utuh tetapi potongan-potongan peristiwa, terutama yang menonjol. Seperti hoax dengan menggunakan meme wajah Presiden yang dilecehkan, tentu ini akan membekas bagi para remaja. Sialnya kalau mereka mengambil kesimpulan bahwa penghinaan seperti itu diperbolehkan alias didiamkan.  Tetapi beruntung bahwa pelaku-pelakunya diciduk dan  mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Bagi saya pemilu hendaknya semakin memberikan jaminan keamanan dan kesejahteraan bagi rakyat. Memilih presiden yang realistis, menjunjung Pancasila, Undang Undang Dasar 1945. Presiden yang membawa kedamaian bagi seluruh rakyatnya, tdiak menganak emaskan golongan tertentu, menjunjung tinggi hukum.
Sudahi saja semua yang membawa kepada perpecahan Bangsa ini, bangsa ini dibangun dengan cucuran darah dan keringat pendirinya. Apakah akan berantakan gara gara diobrak abrik oleh manusia manusia yang hanya mengedepankan politik identitas aja. Betapa songongnya.

Kasih yang membebaskan


Markus 5:1-20
Kita sudah sering mendengar kisah Yesus mengusir roh jahat di Gerasa. 
Kisahnya dimulai  semenjak Yesus meninggalkan Kapernaum untuk menyeberang danau Galilea menuju ke daerah Gerasa. Dimana di Gerasa terdapat seseorang/ dua orang yang kerasukan roh jahat. Yesus dengan satu tujuan ke Gerasa memang akan mengusir roh jahat di orang yang tinggal di pekuburan di daerah Gerasa. Kita ketahui bersama bahwa kuburan di Gerasa masih berbentuk gua gua yang berada di bukit-bukit. Di lokasi itulah orang ini berkeliaran, tak seorangpun mampu mengendalikan dia, bahkan rantai-rantai pengikatpun dipatahkannya.
Dari buku yang pernah saya baca menyatakan bahwa Roh Jahat sudah menghadang Yesus, pada saat di danau Galilea mengalami angin yang mengombang ambingkan perahuNya beserta para murid. Tetapi Yesus dan para murid tetap selamat sampai kepada tempat yang mereka tuju. Daerah Gerasa bukan daerah untuk ampiran Yesus tetapi memang Dia hanya kesana. ( Lihat Mark 5:21 menunjukkan bahwa Yesus kembali dari pelayananNya di Gerasa menuju ke Kapernaum )
Sesampai di Gerasa Yesus “disambut” oleh orang yang kerasukan yang meminta agar Yesus tidak mengusir roh-roh keluar dari daerah tersebut. Akhirnya Yesus memasukkan roh roh kedalam sekawanan babi yang kemudian masuk terjun ke dalam danau dan mati semua.

Gemparlah orang-orang Gerasa karena ada peristiwa tersebut. Yang membuat mereka terkejut karena selama ini tidak ada orang yang mampu mengendalikan/mengusir roh jahat dari orang ini. Namun Yesus mampu melakukannya, namun karena mereka memandang bahwa Yesus merugikan mereka karena akibat pengusiran tersebut banyak hewan babi yang mungkin menjadi hewan dagangan menjadi mati. Sehingga mengalami kerugian finansial yang banyak. ( Ayat 17: mereka mendesak Yesus agar keluar dari daerah tersebut.
Orang yang sudah disembuhkan oleh Yesus ini pun karena rasa terimakasihnya ingin mengikuti Yesus. Namun Yesus melarangnya. Dia memerintahkan orang ini agar kembali ke kampungnya dan rumahnya untuk menceritakan “Apa yang telah diperbuat Allah untuknya”
Beberapa hal menarik yang dapat diambil dari kisah ini antara nya :

1.    Yesus begitu mengasihi setiap jiwa manusia. Jiwa manusia begitu berharga dihadapanNya. Jiwa manusia lebih berharga dari sekedar sekawanan babi yang mati. Yesus mengasihinya dengan segenap kekuatanNya. Dari jarak yang jauh Dia mendatangi Gerasa hanya untuk menyelamatkan 1 orang saja.  Bagaimana sikap kita menghadapi seorang peserta pemuridan, apakah kita sudah melihat mereka seperti Yesus juga sudah mengasihi orang kerasukan tersebut. Bahkan Yesus tidak mengenal secara pribadi orang tersebut. Orang itu orang yang tersisihkan, ia hanya tinggal di kuburan sudah tidak bergaul lagi dengan manusia normal. Hidupnya dikuasai oleh iblis. Kita jauh lebih mengenal peserta kita, apakah kita sudah mengasihinya?

2.    Kasih itu betul betul diperjuangkan.  Yesus untuk menempuh jalan menuju Gerasa harus melalui danau Galilea yang pada saat itu diamuk oleh taifan besar. Para murid khawatir, ini menunjukkan betapa angin yang mengamuk pada saat itu sudah melampaui batas ketakutan para murid yang mayoritas adalah Nelayan. Nelayan sudah terbiasa dengan kondisi cuaca laut, sekalipun demikian mereka masih saja takut. Dari itu kita dapat melihat bahwa untuk mengasihi 1 orang yesus melakukan sebuah tindakan yang melalui hambatan ( dalam hal ini ditunjukkan sebagai angin taufan yang mengamuk ). Apakah saat kita mengasihi seseorang atau peserta kita, kita sudah berjuang untuk nya? Mengasihi kadang hanya mudah dikatakan namun sulit untuk dilakukan, apalagi untuk orang-orang yang menjengkelkan. Tetapi lihatlah Yesus yang dari tempat yang jauh hanya menyelamatkan satu jiwa saja. Kasih yang diberikannya bukan tanpa halangan. Iblis tidak suka ketika ada orang-orang yang hendak memperoleh keselamatan dari Allah. Apakah kita juga pernah mengalami hal-hal tersebut. Ketika kita hendak melakukan tindakan kasih, kita mengalami hambatan, kita dihalangi oleh hal-hal yang seolah olah itu menguntungkan diri sendiri saja. Tetapi kita lupa bahwa mengasihi  Tuhan juga memuliakan nama-Nya. Itu adalah buah Roh kita ( lihat Galatia 5:22 )

3.    Orang-orang yang telah menerima kasih Allah akan membagikannya. Cukup dengan menceritakan kasihNya. Menceritakan bagaimana Allah berbuat untuk kita. Memberikan pemahaman sederhana ini untuk para peserta akan membuat mereka memandang bahwa mereka tidak selamanya akan menjadi pendengar saja, menjadi peserta saja. Ada waktunya mereka melipatganda, mereka akan kembali menceritakan kasih yang diterimanya saat ini kepada orang lain. Ini kadang-kadang yang luma kita lihat dan rencanakan. Dalam melakukan pembimbingan, bayangkanlah bahwa peserta kita kelak duduk di kursi kita dan menceritakan Kasih Tuhan kepada orang lain. Jangan kita berpendapat bahwa sudah cukup kita menjadi pembimbing atas mereka. Tanpa punya rencana jangka panjang bahwa kelak merekapun akan membimbing orang lain. Dengan mempunyai rencana  dan mendoakannya maka Allah Roh Kudus akan memberikan jalan kepada kita untuk mendorong mereka bertumbuh menuju keserupaan dengan Kristus.

4.    Yesus mempunyai kepekaan kasih yang luar biasa. Kita juga mampu mempunyai kepekaan kasih seperti halnya Yesus jika kita sering mempergunakan kasih tersebut.

Aplikasi ANDROID favorit saya


Aplikasi yang bermanfaat

Aplikasi di Android memang saya rasakan memberi manfaat bagi keperluan bisnis maupun menolong mempermudah kita melakukan aktivitas.  Berikut adalah aplikasi Android yang sering saya gunakan sehatri-hari, saya bagikan barangkali para pembaca ada yang memerlukan untuk memenuhi kebutuhannya

PicSay : penyunting foto
TinyScan : melakukan scan pada dokumen/foto
Snapseed : penyunting foto
Postermaker : pembuat poster
Phonto   : penyunting foto dan teks
Evernote : penyunting teks, untuk keperluan mencatat.
Googlesheet : speadsheet mirip excel untuk hitung-menghitung, tabel dsb
Eraser   : untuk menyunting foto, utamanya menghapus latar belakang
Kinemaster pro : untuk menyunting video
Soundhound : mendeteksi lagu
Shazam : mendeteksi lagu

Semoga melengkapi pengetahuan kita, semua dapat diperoleh di Play Store milik Google.