Jauh

Semakin aku jauh dari Sang Sumber, 
aku merasa diri ini penuh, 
digdaya dan mampu mengatasi apapun yang kuhadapi. 
Tetapi aku tak pernah menyadari bahwa penuhku itu ada batasnya. 
Secangkir ketika habis, 
aku tak memilikinya lagi.
.
Semakin aku dekat dengan Sang Sumber,

justru aku merasa kosong.
Ada hasrat untuk memenuhi cangkir-cangkirku 
dengan curahan Kasih dari Sang Pemilik Hidup. 
Memenuhi cangkir-cangkir kecil hidupku. 
Aku siap menghadapi dengan kedigdayaanNya, 
dengan kekuatanNya, 
cangkirku tak akan kosong lagi,
namun dengan isi yang selalu baru. 
Memenuhiku setiap hari

Kita sendiri

Sejatinya setiap kita lahir sendiri karena kita pun akan kembali dengan sendirian. 
.
Dunia memperkenalkan kepada kita tentang kebersamaan, 
tentang kasih sayang, 
tentang perhatian, 
tentang petunjuk Tuhan.
.
Ikatan-ikatan pada dunia mulai kita bentuk. Paduan indah merasuk jiwa terasa membuai tatkala kita mulai enggan bergerak menuju maksud maksud Mulia Sang Pencipta.
.
Harta benda, dan nikmat sementara duniawi terasa pekat bak kopi kental tanpa gula. 
Semakin mencandu membuai.  
Dan kita lupa maksud maksud Sang Pencipta.
.
Hingga senja tatkala lembayung semburat di barat. 
Kita masih memeluk erat. 
Lamunan nikmat semakin berat. 
.
Namun kitapun rindu Sapa mesra Sang Pemilik Jagad yang berkata :"Hai hambaku nan Setiawan marilah bersamaKu dalam rangkaian kebahagiaan.."

-pecinta senja