Catatan untuk pengutang

 Saya menulis ini bukan dalam rangka merendahkan orang yang berhutang. Terminologi berhutang disini adalah berhutang secara pribadi person to person, bukan hutang kepada Bank yaa.  Kenapa demikian? Sebab hutang kepada Bank pertimbangan yang dilakukan oleh Bank sudah sangat teliti, sehingga hanya orang yang layak saja yang diberikan.   Berbeda dengan hutang pribadi, ini yang pertimbangannya hanya hati saja (kadang-kadang) sehingga jika tidak tertagih juga akan makan hati atau kecewa.   Bahkan bisa merusak hubungan persaudaraan atau pertemanan.

Prinsip utama para pengutang yang harus diperhatikan adalah Setiap hutang harus dibayar dengan jumlah sama dan dalam kurun waktu tertentu. Prinsip ini sering dilanggar dan memanfaatkan belas kasihan si pemberi hutang. Ini menjengkelkan sesungguhnya.  Bukankah pemberi hutang juga punya permasalahan sendiri? Bukan menjadi ATM yang setiap saat bisa di tarik uangnya.  Kalau sedang membutuhkan maka akan memasang wajah memelas dan menghiba supaya bisa diberikan pinjaman.  Tapi tahukah hai kalian pemberi hutang, jika para pengutang memasang wajah yang sama pada 5 orang saja maka bisa jadi omsetnya sudah bisa dikalikan 5 bukan.  Kita pemberi hutang tidak tahu lingkaran atau circle mereka, sehingga kita hanya punya gambaran seolah-olah kita sendiri yang memberikan pinjaman. Padahal...... omaigat bisa jadi dia mengcopas nya kepada banyak orang yang berbeda lingkaran/kalangan.  Sehingga tidak bisa saling ngecek. Ini jahatnya para pengutang yang buruk.

Sikap kita kepada mereka yang jenis ginian harus tegas dan tidak mudah emosional memakai hati, karena itu akan menipu perasaanmu sendiri. Karena yang beginian terbukti tidak pernah menyelesaikan pinjamannya dengan baik atau ngemplang.  Sebagai pemberi hutang maka cukup berikan secukupnya dan anggaplah uang hilang.  Supaya kita tidak pernah kecewa dan rusak relasi kita. Kecuali kita memang sudah hendak tidak berhubungan sama sekali dengan mereka, ya blokir lah mereka semua dan damai sejahteralah hidupmu ha ha ha...

Selamat mencoba curhatan saya

Jangan saling menyalahkan

Mari kita merenungkan firman Tuhan dalam Kitab Kejadian 45:24

 "Kemudian ia melepas saudara-saudaranya serta berkata kepada mereka:" Janganlah berbantah-bantah di jalan," Perkataan ini muncul setelah Yusuf membuka jati dirinya di hadapan saudara-saudaranya, ia merasa khawatir bilamana saudara-saudaranya nanti saling mempersalahkan satu dengan yang lain. Sebab perihal perjalanan hidup Yusuf ini melalui liku-liku yang dramatis hingga ia menjadi raja muda di Mesir. Oleh karena itu muncullah perkataan itu  yang dipesankan oleh Yusuf kepada saudara-saudaranya yang hendak kembali ke Kanaan. 

Di dalam hidup kita juga sering uring-uringan atau saling mempersalahkan antar sesama anggota keluarga sesama teman pelayanan sesama saudara dan lain sebagainya. Kadang-kadang kita memang tidak tahu rencana Tuhan atas hidup kita. Oleh karena itu carilah kehendaknya seperti Yusuf yang selalu mencari kehendak Tuhan, sehingga dia selalu menyadari bahwa semua kebaikan yang diberikan oleh Tuhan terjadi bukan karena rencananya sendiri atau rencana saudara-saudaranya tetapi rencana baik dari Tuhan.

 

Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

 

 

Rencana Tuhan tidak pernah salah

 Pagi tadi saya membaca perikop di Kitab Kejadian 37 yang menceritakan tentang bagaimana Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sendiri. Bahkan sesungguhnya direncanakan akan dibunuh ( Kejadian 37:20 ) kalau saja Ruben kakak tertuanya tidak mencegahnya ( Kejadian 37:21 ).

Sayapun mencoba membayangkan andaikata ada di posisi Yusuf pada saat itu, sebagai anak yang dikasihi oleh Yakub ayahnya maka saudara-saudaranya menjadi iri hati kepadanya.  Kebetulan juga Yusuf juga bermimpi dimana mimpinya itu seoah olah ia akan manjadi seorang pemimpin. Sudah barang tentu semakin menjadi-jadi kebencian  kakak-kakaknya.

Pada saat peristiwa itu terjadi, Yusuf tidak tahu apa yang Tuhan rencanakan ke depannya sehingga sampai dia menjadi raja muda di Mesir. Ia hanya menjalani hidupnya sedemikian rupa.

Sesungguhnya manusia itu bisa berubah sifat menjadi kejam bilamana di dalam hatinya timbul iri hati. Bayangkan pada masa itu mengapa orang sudah punya rencana membunuh dan merekayasa sesuatu hal?

Jika kisah ini dipotong sampai disini saja, maka kita tidak bisa menyimpulkan bahwa rencana TUHAN baik untuk Yusuf.  Tentu kita menduga bahwa Tuhan tidak melindungi Yusuf. Tetapi jika kita mengikuti nya sampai peristiwa berikutnya.  Maka kita baru bisa melihat rencana Tuhan yang baik atas Yusuf.

Perjalanan hidup kita manusia pun melalui berbagai lembah dan bukit. Kadang kita merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita, tetapi sesungguhnya rencana-Nya sedang berjalan untuk kebaikan kita

Spiritualitas dan sejarah yang membangun keimanan

 Saya sekolah di SMA jurusan IPA, itu pada periode 1983-1986.  Mata peajaran saya lalui dengan tekun saja tetapi bukan dengan cinta. Target saya hanyalah meraih nilai supaya saya bisa lulus dengan baik.  Dan tentu ini menjadi idaman orang tua.  Entahah mengapa cinta kepada pelajaran IPA itu tidak bisa timbul di hati saya.  Sedangkan mata pelajaran IPS lebih mudah saya serap karena saya memandang kebanyakan hanya berupa hafalan-hafalan.  Inipun tidak bisa menimbulkan cinta kepada mata pelajaran sosial.  Saya juga bingung pada saat itu, namun saya tidak mencari tahu melalui sisi intelektuialitas saya. Dengan keterbatasan dana saya tidak bisa mencari buku-buku yang mencerahkan pikiran saya.

Waktu SMA buku-buku yang sifatnya tentang spiritual sudah saya sukai. Beberapa buku tentang bagaimana membaca aura, bagaimana menggunakan pendulum, bagaimana belajar hipnotis, dan buku-buku sejenisnya sudah menjadi sebuah kegemaran tersendiri bagi saya. Saat itu saya juga mempraktikkan bagaimana memakai pendulum dan menurut saya memang sesuatu yang mengagumkan. Itu sekitar tahun delapan puluhan loh sudah lama sekali.

Singkat kata setelah saya menjadi dewasa dan menjelang setengah abad, saya mulai mencintai isyu isyu sejarah dan spiritualitas.  Seperti sebuah perjalanan hidup yang memang harus dilalui. Saya juga tidak pernah kecewa mengapa saat SMA saya tak pernah mencintainya.  Setelah berpenghasilan saya lebih bisa banyak membeli buku-buku tentang spiritual dan sejarah.  Sebagai pengikut Yesus Kristus saya ingin mencintai-Nya bukan dengan cara yang seperti kebanyakan orang lakukan. Ada sisi-sisi yang perlu saya sisir dari luar melalui buku-buku yang kadang menantang iman percaya saya. Bukan sebagai pencarian untuk memperoleh sesuatu yang meneguhkan iman saya. Tetapi inilah yang membuat saya memahami Yesus dengan cara yang lebih rumit menurut saya.  Senang sekali tatkala mendengarkan ulasan-ulasan teologi dari para dosen sekolah teologi yang begitu kritis dan luas pemahamannya.  Bukan dengan terdoktrin secara membabi buta belaka.  Ketika di gereja saya ada serial pembinaan untuk pengerja, saya mengikutinya. Membedah "kitab suci" dari sisi sejarah membuat saya sangat tertarik.  Membaca buku-buku yang menyoroti kekristenan dari sisi penulis sekuer juga sungguh memperkaya saya.  Dari situlah justru iman saya terbangun dengan alami.  Saya dengan mudah bisa menemukan benang merah dan menepis keraguan-keraguan yang kadang timbul membersit ditengah perjalanan hidup saya.

Secara pribadi saya suka bersikap kritis terhadap spiritualitas. Saya membaca berulang-ulang buku yang kadang membuat saya mengernyitkan dahi.  Saya menyukai isyu-isyu penciptaan, kisah-kisah dari mitologi Yunani yang semuanya itu memperkaya. Saya menjadi maklum ketika membaca ada kemiripan tentang kisah kisah penciptaan di kitab suci dengan kisah mitologi. Namun sekali lagi saya sangat maklum, pemahaman saya tentang bagaimana cara orang zaman dahulu bertutur dan menceritakan kembali kisah yang barangkali diterima dari mulut-ke mulut.  Namun di hadapan banyak orang saya tidak sering berpendapat, saya lebih suka melihat apa komentar komentar teman teman sambil mengamati nya.

Sekelumit kisah perjalanan ini saya tuliskan untuk sekedar berbagi dengan pembaca, barangkali ada yang punya pemikiran mirip dengan saya.

Kereta Api Bandara YIA Kulonprogo

Jika Anda di Yogyakarta dan ingin terbang dengan memakai pesawat udara, maka Anda harus ke Bandara YIA yang berlokasi di Kulonprogo.  Ada banyak kendaraan umum yang ke sana, Anda bisa menggunakan: Gocar, Grab, Taksi plat kuning, Bus Damri, Kereta Api.  Khusus kai ini saya ingin berbagi point-point penting bila hendak menuju ke Bandara YIA Kulonprogo dengan memakai transportasi Kereta Api.

  • Anda bisa memesan tiket Kereta Bandara melalui apikasi KAI ACCES yang dapat diunduh melalui Android maupun iOs.
  • Pesanlah jauh hari sebeum Anda berangkat.
  • Jika rumah Anda di Yogya dan ingin pulang-pergi memakai Kereta Bandara maka jangan lupa memesannya.  Contoh : saya pergi ke Bali 5 hari, sebelum berangkat saya memesan kereta untuk ke Bandara sekaligus juga untuk kereta kembalinya, dari Bandara menuju stasiun Kota.
  • Datanglah lebih awal ke Stasiun Tugu, lokasi pemberangkatan kereta bandara berada di sisi timur dari bangunan stasiun, tidak jadi satu dengan kereta luar kota lainnya. Sekali lagi ya kawan SISI TIMUR.
  • Setelah menyerahkan tiket maka Anda akan menunggu dalam ruang tunggu sebelum kereta diberangkatkan.
  • Saat memesan tiket perhatikan tanggal berangkat, jam berangkat jangan sampai salah.
  • Harga tiket saat saya menulis ini adalah Rp. 20.000 per orang, masih murah kawan. Saya tidak tahu apakah akan selamanya Rp. 20.000.  Maka nikmatiah selagi murah ha ha ha....
  • Oh ya kawan, jangan salah pilih saat masuk aplikasi KAI Access. Pilihah icon KA BANDARA. Lihat gambar di bawah.


















Oke kawan segitu dulu sharing saya, semoga sedikit memberi pemahaman buat kawan-kawan yang baru pertama kali ke sana dengan Kereta Api Bandara.  Kalau memakai taksi online kalian bisa kena biaya sekitaran 300.000 perak. Jauh banget kan jika dibanding murahnya tiket KA, tapi saya juga nggak njamin akan murah teroos. Hahahahaha......

Arif Partono Prasetio dalam kenangan

 Saya berteman dengan almarhum semenjak SD, kami berdua bersekolah di SD Widya Wacana - Jamsaren, Surakarta.  Sejak SD saya sudah melihat bahwa kawanku yang satu ini menyukai olah raga sepak bola.  Posyur tubuhnya memang cocok untuk bermain sepak bola.   Selain hobi bermain bola, Arif juga menyukai mendengarkan musik, khususnya mengkoleksi Kaset-kaset ( jaman dahulu belum ada CD atau musik digital lainnya).  Kebetulan kegemaran kami sama yaitu mendengarkan musik lewat kaset.  

Perkembangan lagu-lagu yang nge hits pada zaman itu kami ikuti bersama, saat itu kami biasa mengikuti lewat radio lokal Solo seperti Radio PTPN, Radio SAS.  Saya agak lupa tahun berapa kami mulai gemar mendengar musik, kalau tidak salah selepas Sekolah Dasar.  SMP juga kami tempuh di Sekolah yang sama yaitu SMP WIdya Wacana Jamsaren, sekolah ini masih satu komplek lokasinya yaitu di Jalan Veteran Solo.

Sebuah hari yang sangat berkesan bagi saya adalah saat kepala saya bocor berdarah-darah akibat sebuah kaleng bekas cat yang mendarat di kepala sebelah kiri saya.  Dan kaleng itu secara tidak sengaja ditendang oleh Arif.   Saat itu kami ada di kelas 5 SD, saya masih ingat betul karena langsung saya diantar pulang oleh Guru Kelas kami yaiyu Bapak Hindiatmo DS.   Saat itu saya takut sekali karena melihat darah mengucur ari kepala, sesampai di rumah ibu saya pun terkejut.  Lalu saya diberi obat Tieh Ta Yo Ching yang sangat ampuh, obat merah cina yang sakitnya minta ampun bila dipakai.. 

Dan akhirnya saya sembuh tanpa harus dijahit.  Sungguh luar biasa.

Dan berita perihal berpulangnya Arif menjadi sangat mengagetkan ketika setahu saya beliau sedang Touring bersama isterinya dengan mengendarai N Max, hal itu saya lihat melalui unggahan-unggahan nya di Facebook.  Siang itu Siti teman saya sejak SD, mengirim chat ke saya menanyakan benarkah beliau wafat.  Sayapun mencari informasi dengan menanyakan kepada beberapa temannya. Ternyata berita itu benar adanya.  Sedih sekali rasanya mendengar berita itu, seorang teman sudah mendahului menghadap Sang Khalik.

Saya jadi menerawang saat beliau maen ke Jogja, dengan hanya saya boncengkan motor membeli oleh-oleh di seputaran Malioboro.  Satu lagi kenangan yang masih saya simpan adalah ketika Arif bersedia membelikan saya sebuah Hardisk WD yang dilengkapi dengan koleksi film-film terbaik.  Sangat keren dimana sampai saat ini hardisk itu masih baik sekali.

Sekelumit kisah ini menjadi kenangan untuk kebaikannya. Selamat jalan, selamat berjalan menuju keabadian.

arif partono






CARA MENURUNKAN TRIGLISERIDA DENGAN MUDAH

Sejak lama nilai atau kadar trigliserida dalam darah saya selalu tinggi ( NILAINYA DIATAS 150), dan usaha saya untuk menurunkan adalah dengan cara meminum Minyak Omega atau Kapsul Deep Sea.  Tetapi usaha saya itu tidak membuahkan hasil yang baik.  Pernah saya memeriksakan diri kepada internist ternyata setelah di cek Lab, nilai LDL nya tinggi sehingga kolesterol total ikutan tinggi.


Tetapi suatu hari saya mencoba untuk menerapkan intermitten fasting yang pada intinya adalah berpuasa dari jam 20.00 sampai dengan 12.00 keesokan harinya. Hanya boleh minum air putih selama masa puasa.  Dan makanan yang diijinkan pun adalah selain Nasi, Gula, Tepung. Alhasil dalam sepuluh hari Nilai trigliserida saya turun drastis dari 154 menjadi 64..  Badan berasa lebih segar, tidak mudah cape, leher tidak kaku kaku.  Sebagai catatan, usia saya saat ini adalah 54 tahun dan berat badan 75 kg.


Sungguh bersyukur ketika melihat hasil pemeriksaan lab tersebut. Ternyata apa yang kita makan berperan banyak dalam menentukan kesehatan kita. Jadi bukan hanya olahraga saja tetapi makan juga sangat harus diatur. Semoga sharing singkat saya ini ada manfaatnya.


Para pembaca dipersilakan mencobanya.


PANDEMI COVID, KAMU DAPAT APA?


 Setelah bergelut dengan suasana Pandemi maka saya merasakan bahwa disiplin itu adalah salah satu kunci yang harus dipegang teguh dalam menjalani masa-masa pandemi. Ini adalah sebua disiplin yang tegas yang muncul dari dalam diri sendiri.  Mungkin pertama kalinya pemicunya adalah dari luar seperti Kementerian Kesehatan yang mendorong kita untuk melakukan Protokol Kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan sebagainya.

Dan yang menjatuhkan semuanya itu adalah kelengahan, kelangahan muncul ketika kita sudah merasa nyaman dengan situasi ini. Tidak sadar bahwa kenyamanan itu muncul dari hasil pelaksanaan kedisiplinan ?

Yang paling menjengkelkan adalah ketika saya sudah disiplin tetapi orang-orang di sekitar kita menyepelekan. Anak saya masih senang pergi nongkrong dengan teman-temannya, isteri juga kadang juga lengah. Jadilah orang sehat bisa terdampak akibat perbuatan / perilaku orang lain yang tidak disiplin.

Pandemi ini mengubah perilaku kita secara mendasar, konon habit baru bisa dibangun secara mendasar dalam waktu 21 hari kalau saya tidak salah.  Saya termasuk orang yang gampang tertular batuk, pilek dan demam, kayak sebuah paket gitu.  Kalau batuk dan flu pasti demam, sebab banyak orang yang batuk pilek tapi kagak demam.  Dan ini sering jadi pembahasan oleh isteri saya, bahwa saya termasuk aneh karena orang tua kok masih demam.  Ha ha ha emang aneh ya?

Tetapi berkat disiplin yang ketat maka justru di masa pandemi ini batuk pilek tidak menghampiri saya, Puji Tuhan sungguh kasih karunia-Nya yang luar biasa.   Oleh karena itu saya justru berketetapan untuk tetap mengenakan masker sekalipun pandemi sudah usai, dan tetap mencuci tangan baik dengan sabun maupun hand sanitizer pada saat tertentu.  Mungkin aneh ya kedengarannya.   Tetapi bagi saya ini sebuah manfaat yang luar biasa, maka saya suka melakukan kedisiplinan ini.  Oh ya bahkan saya senang mencoba berbagai masker hanya karena ingin memotivasi diri bahwa memakai masker sesuai aturan itu memberi manfaat yang sangat besar

Di bulan Juli istri saya terpapar Virus Corona dan harus saya isolasi dikamar tersendiri, saya melakukan test usap seluruh keluarga melalui jasa tes usap di RS Bethesda yang saya panggil ke rumah, puji Tuhan saya tidak tertular, sehingga semua perawatan dan pelayanan selama isoman dapat saya lakukan.

Saya tidak memakai kaus tangan plastik selama melayani, hanya sering-sering mencuci tangan dan memakai masker dengan baik saja.  Puji Tuhan GKI Ngupasan menolong dengan mengirimkan pinjaman berupa tabung oksigen besar yang saat itu sedang langka-langkanya.  Saya memakai Layanan Telemedicine Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Kami dibuatkan grup WA oleh dokter yang memantau.  Cukup lama kami dipantau secara intens oleh DOKTER WIWIEK. Thank You dokter WIWIEK yang sabar memantau dan menjawab semua pertanyaan. 

Waktu itu bener bener semua dilakukan secara online yah, obat juga diantar Via GoSend. Dan RS Bethesda termasuk yang lengkap stok obat Virusnya, luar biasa Kasih Karunia-Nya.

Jadi disiplin ya teman-teman, semua karena disiplin dan juga tentu berdoa untuk penyertaan Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita.

Tuhan memberkati kita semua

semoga tulisan ini menjadi manfaat bagi yang membacanya

Dan suster Jacoba adalah yang berikutnya

 Ibu saya adalah seorang penjahit yang tinggal di Solo, tetapi karena beliau berasal dari Kota Gudeg maka teman-teman dan sahabat-sahabatnya pun banyak berasal dari Kota Jogjakarta.  Termasuk seorang Suster yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah (D) Tarakanita, yang kemudian menjadi pelanggan tetap ibu saya dalam hal membuatkan pakaian untuk keseharian maupun pakaian Suster.  Suster Jacoba diperkenalkan kepada ibu saya oleh seorang Guru SD Budya Wacana yang bernama Bu Frida.   Nah melalui bu Frida inilah kemudian suster berkenalan dengan ibu saya termasuk kemudian membuatkan pakaian-pakaian nya.

Saat itu saya masih kecil, mungkin kelas 1 SD kalau tidak salah.  Suster sering menemui saya dan memberikan buku-buku yang bagus.  Ada buku dalam bahasa belanda Pol Pel and Pingo kalau tidak salah ingat, lalu satu set 6 buah buku tentang kisah-kisah Alkitab. Mulai dari sejak kisah Abraham, Kisah Musa sampai kelahiran Yesus.  Buku bergambar itu lah yang saya baca berkali-kali, sehingga suatu saat saya diberi oleh suster Jacoba sebuah buku bagus kecil berbahasa Indonesia, covernya biru tua bertuliskan emas/emboss "ORATE" mungkin itu artinya berdoa.   Disanalah saya mengenal doa Bapa Kami versi Katolik, Doa itulah yang pertama kali saya kenal dalam hidup saya, doa Bapa Kami.

Setelah dewasa saya baru mengerti bahwa Tuhan bisa memakai siapapun untuk memperkenalkan Yesus Kristus kepada saya. Sampai saya menulis blog ini, suster Jacoba masih hidup dan tinggal di susteran santa Anna ( dekat RS Panti Rapih Jogjakarta )

Saya bersyukur untuk semuanya ini. Itulah sekelumit kisah yang saya ingat mengenai perkenalan saya dengan Yesus Kristus.


Update: Ternyata Suster Jacoba telah berpulang kepada Tuhan pada 12 Agustus 2021 dalam usia 88 tahun.  Saya kaget melihat berita tersebut, dan menyesal tidak mendengar khabar wafatnya Suster Jacoba pada saat itu, barangkali saat pandemic masih menggila.  Tetapi saya sangat berbahagia pernah mengenal Suster Jacoba.  Selamat jalan Suster Jacoba, selamat menikmati sukacita surga bersama Bapa di Surga.

Dialah orang yang memperkenalkan Yesus kepada saya

 


Setidaknya ada dua orang yang selalu saya ingat karena merekalah yang memperkenalkan saya kepada pribadi Yesus Kristus yang menjadi juruselamat saya. Saya menjadi teringat ini karena salah satu dari mereka baru saja menghadap Illahi pada tanggal 3 Maret 2022.  Dialah Om Elia Budi Saputra yang tidak lain adalah paman saya sendiri. 

Semenjak saya masih kecil, dia entah secara sengaja atau tidak selalu mengajak saya pergi ke gerejanya di Solo yaitu Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia, waktu itu saya masih kecil, mungkin masih Sekolah Dasar.  Om Elia selalu merekam setiap kotbah pendeta pada saat hari Minggu.  Saya masih ingat nama dan wajah pendeta Gerejanya yaitu alm Pdt Petrus Iman Santosa. Om Elia dengan setia mendokumentasikan kotbah-kotbah tersebut dalam bentuk rekaman pita kaset. Maklum jaman dahulu belum ada file-file digital maka yang dipakai adalah pita kaset. Tape recorder nya pun saya masih ingat bermerk Philips, masih mono gaes, belum musim tape mode stereo apalagi sampai home theatre.  Semua dilakukannya dibalik sebuah bilik kecil di samping mimbar gereja.

Secara rutin hampir setiap Sabtu saya selalu dijemput di rumah oleh Om Elia, karena memang di rumah nenek tidak ada anak sekecil saya waktu itu, sehingga dengan adanya anak kecil dirasa sangat menghibur oleh nenek, paman dan bibi yang kala itu masi tinggal serumah.  Saya akan menginap di rumah nenek setiap Sabtu dan kemudian Minggu pagi pergi ke gereja bersama om dan tante ( adik papa saya ).

Dari kebiasaannya merekam kotbah itulah kemudia kaset kaset hasil rekamannya dipinjamkan kepada ibu saya. Ibu juga merasa senang dapat mendengarkan firman Tuhan melalui hasil rekaman kotbah di kaset. 

Dari sana saya mengenal apakah itu kebaktian, apakah itu melayani Tuhan, apakah itu kotbah dan seterusnya dalam pengertian seorang anak kecil.

Tulisan selanjutnya adalah tentang orang kedua yang juga dipakai Tuhan untuk memperkenalkan Kristus kepada saya.